BebasBanjir2015

Bappeda DKI Jakarta

PENGENDALIAN BANJIR

Kondisi Objektif Propinsi DKI Jakarta

  • Luas Jakarta 65.000 Ha;
  • 40 % (24.000 Ha) daratan rendah dibawah muka laut pasang 1 s/d 1.5 m;
  • Dari 40 % tersebut yang sudaj dilayani dewngan sistem Polder baru 11.500 Ha;
  • Daerah tangkapan hujan yang mempengaruhi Jakarta meliputi Bopunjur dengan luas 85.000 Ha;
  • Air dari hulu mengalir melalui 13 sungai/kali menuju laut melewati Jakarta;
  • Sebagian ruas Ciliwung telah di-revitalisasi, namun beberapa kali dan ruas kali belum dinormalisasi seperti kali Grogol, kali Krukut, kali Sunter bahkan pada bantaran kali dijadikan tempat hunian(bangunan liar) sehingga terjadi penyempitan penampungan;
  • Water ratio wilayah Prop.DKI Jakarta baru mencapai 2,41 % ( target 2010: 4,92 % );
  • Pembangunan dan perubahan tataguna lahan di Bopunjur dan Jabodetabek yang sangat pesat menyebabkan terjadinya penambahan debit air sungai melampaui kapasitas maksimumnya ( menambah run-off air );
  • Akibat ekploitasi air tanah dalam yang berlebihan dan beban bangunan bertingkat menyebabkan terjadinya penurunan tanah (land subsidence), yang menambah daerah rawan banjir.

Ancaman Banjir

  • Arah Selatan: Kerusakan Lingkungan di Daerah Hulu Sungai
  • Arah Utara: Pasang Laut
  • Arah Atas: Curah hujan Tinggi
  • Arah Bawah:
  • Kondisi Topografi Jakarta
    1. 40 % Berupa Dataran Rendah (1 – 1,5 m) dibawah muka laut pasang
    2. Muara 13 Sungai
    3. Penduduk Jakarta yang padat
    4. Perubahan Fungsi Lahan
    5. Penurunan Tanah (Land Subsidence)

Daerah Aliran Sungai Jabodetabek

3 Komentar »

  1. Ass.wr.wb. terima kasih banget dapat infonya yang saya yakin sangat berguna bagi masyarakat umum, sosialisasinya memang harus disampaikan mana yang seharusnya bebas bangunan mana yang boleh dibangun dan seperti apa kalau boleh keduanya, artinya resiko dan konsekuensi teknis teknologis serta lingkungan yang bakal terjadi. rasanya daya dukung dan daya tampung penduduk sudah sangat melewati batas, terutama indikasi ketika hujan dan banjir, kebutuhan air bersih, pembuangan sampah, dan yang nampak saat ini yaitu tranportasi, sudah diluar biasa, “mengerikan” kalau terjadi hal yang extra ordinary, rasanya akan seperti itu; usulnya satu fungsi kota dikurangi; makin banyak pembangunan makin tambah padat, kumuh dan tak terkendali. harus ada kebijakan makro nasional, tidak di tingkat DKI, sekali lagi TK, wassalam,

    Komentar oleh poerwo — Desember 23, 2010 @ 6:11 pm

  2. ass.wr.wb terima kasih klo menurut saya benar diadakan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka paham dampak akibat tidak menjaga kelestarian lingkungan,karena semua itu untuk warga jakarta juga…
    tapi yang lebih memegang perananan penting saya harap aliran sungai dijakarta di dalami lagi karena setiap hujan itu mengalami pelapukan alami atau terjadi pengikisan tanah dari dataran tinggi ke dataran rendah,akibatnya sehari hujan sungai menjadi dangkal,dan klo bisa tanah sungai dibuat untuk jalanan atau lebih ditinggikan dan diaspal ulang
    untuk daerah yang terjadi genangan tolong dibikin gorong2 aliran kesungai terdekat yang sudah didalami dengan bis beton ukuran 2mx2m atau lebih besar lebih baik
    klo untuk kiriman dr daerah tolong lebih disosialisasikan antara gubernur seprovinsi pulau jawa…
    thks
    rakyat indonesia

    Komentar oleh Anonim — Januari 25, 2013 @ 3:58 pm

  3. kalo bisa jangan sampai 2025 lah..kelamaan..

    minat dvd sepakbola ??

    mampir mas n mbak di website http://www.dvdsepakbola.com

    .

    Komentar oleh ddd — Januari 22, 2014 @ 12:25 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: