BebasBanjir2015

Bisa

Bebas Banjir Itu Bisa

Fauzi Rachmanto

Dulu ketika saya membeli rumah di daerah Bekasi untuk tempat tinggal keluarga kecil saya, pertanyaan yang saya ulang-ulang ke sales nya adalah: “Bebas banjir kan mas?“ Jawaban nya waktu itu sedikit konyol :“Kalau disini banjir, monas udah tenggelem pak ..“. Saya sedikit khawatir, karena waktu itu kami punya balita yang bakal ditinggal-tinggal seharian dengan hanya ditemani pembantu. Pada tahun 2002, hujan terus menerus mendera Jakarta. Ternyata betul, perumahan yang kami tinggali bebas banjir. Tetapi … nah ada tapi nya, jalan akses menuju perumahan tadi terpotong oleh genangan banjir setinggi roda mobil. Istri saya bersama anak kami, sempat mengalami harus berlayar dengan mobil, bahkan karena mobil kami sedan, air pun dengan mudah masuk dalam kabin melalui celah pintu. Ajaib nya istri saya berhasil membawa mobil kami keluar dari banjir dengan selamat. Bahkan sempat menjemput saya dari kantor. Sebelum akhirnya si mobil menyerah karena dinamo nya terbakar.

Waktu itu, banyak keluarga dan teman kami yang mengalami kejadian yang jauh lebih mengenaskan. Ada yang rumahnya terendam hingga 2 meter, perabotan rusak, mobil terendam, hingga pengalaman evakuasi ditengah malam yang gelap gulita. Karena khawatir hal semacam itu akan berulang, kami pun pindah lagi ke Bandung.

Jujur saja, saya tidak sanggup jika harus hidup di lingkungan yang terus menerus kebanjiran. Anehnya, jutaan orang di Jakarta mau, sanggup, dan bersedia hidup dalam banjir. Jakarta banjir? Ah sudah biasa. Begitu jawaban yang sering kita dengar. Salah satu mantan sopir saya bercerita, kalau di tempat tinggal nya setiap musim hujan pasti banjir. Saya mendengar dengan sedikit risih cerita itu, “Kenapa tidak pindah?” Tanya saya. “Yah bagaimana lagi pak …”.

Sudah biasa. Memang beginilah Jakarta. Bagaimana lagi. Kalimat-kalimat ini mewakili pikiran-pikiran orang yang menyerah pada keadaan. Padahal kita semua mengakuai potensi kekuatan pikiran. Siapa yang dapat menyelamatkan Jakarta dari banjir kalau bukan warga Jakarta? Ketika sebagian besar warga Jakarta berpikiran bahwa banjir adalah tradisi, maka ya terjadilah banjir. Sebagai tradisi!

Padahal bebas banjir itu bisa. Kota-kota lain di dunia bisa, jadi Jakarta harus bisa. Janganlah kita mengutuk “siklus banjir 5 tahunan“, tapi bersyukurlah bahwa Tuhan masih memberi waktu 5 tahun untuk berbenah. Sudah berulang-ulang dihantam banjir. Dan apa yang telah Jakarta lakukan disaat banjir belum tiba? Warga nya tetap membuang sampah sembarangan, dan pemerintah nya menghambur-hamburkan uang untuk infrastruktur yang tidak mendesak. Padahal apa yang lebih penting dari membebaskan Jakarta dari banjir? Busway bisa ditunda, bikin gedung baru bisa ditunda, trotoar baru bisa ditunda. Tapi membebaskan Jakarta dari banjir harus sekarang.

Saya pernah mengantarkan kolega, seorang CEO perusahaan software dari UK yang baru pertama ke Jakarta. Kami menyusuri Sudirman – Thamrin menuju hotel tempat dia menginap. Waktu itu hujan deras turun. Tidak terjadi banjir, tapi genangan di jalan cukup banyak. Itupun sudah cukup membuat wajahnya tampak cemas. Tidak tahan, dia berkomentar: “They should check the drainage system …” Hampir saya nyletuk “What drainage system?” Bahkan seorang yang baru pertama ke Jakarta pun akan tahu bahwa sistem drainase di Jakarta tidak berfungsi. Dan anehnya kita tidak melakukan tindakan yang cukup untuk membereskan nya.

Jakarta (dan juga Indonesia) butuh pemimpin yang mampu memberi inspirasi bahwa kita bisa berubah kalau kita mau. Kalau sebagian besar warga Jakarta sudah yakin bahwa Jakarta bisa bebas banjir, maka pertanyaan berikutnya yaitu “bagaimana” akan lebih mudah dijawab. Orang-orang yang yakin bisa, akan lebih mudah mendapat jawaban. Ide-ide cara baru yang belum terpikirkan sebelumnya akan bermunculan. Dan insyaAllah, alam semesta mendukung.

Banjir kali ini, alhamdulillah saya sekeluarga kini tinggal di Bandung. Saya turut bersimpati dengan banjir di Jakarta. Semoga para korban banjir di Jakarta diberi ketabahan, dan semoga seluruh warga Jakarta pikiran nya tercerahkan, bahwa bebas banjir itu bisa.(FR)

Sumber: http://fauzirachmanto.blogspot.com
Posted by Fauzi Rachmanto at 4:32 PM, Saturday, February 03, 2007

Jakarta Bisa Bebas Banjir

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/ 13 November 2013

111

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Setiap musim hujan tiba, warga ibu kota selalu dibuat resah dengan masalah banjir yang belum bisa teratasi secara maksimal hingga saat ini. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab banjir di kota Jakarta. Beberapa di antaranya adalah, sistem drainase yang buruk, kurangnya lahan resapan air, kebiasaan membuang sampah sembarangan dan meningginya endapan sedimentasi di sejumlah kali maupun sungai.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencari serta menerapkan berbagai solusi untuk menangani masalah banjir yang sering kali melanda kota Jakarta. Sebagai upaya yang telah direalisasikan adalah pengembalian kapasitas waduk di beberapa daerah, seperti Pluit, Tomang dan Sunter. Sementara itu, hingga saat ini Waduk Ria Rio masih dalam proses penataan Waduk Ria Rio yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur. Untuk ke depannya, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembuatan waduk baru di sejumlah wilayah. Salah satunya adalah Waduk Brigif di Jakarta Selatan.

Sebagai upaya mengatasi masalah penumpukan sampah dan sedimentasi di beberapa kali, sungai serta saluran air, Pemprov DKI Jakarta melakukan normalisasi di banyak kali, seperti Pakin, Pesanggarahan, Angke, Sunter, Cipinang, Semanan dan Ciliwung. Sebanyak 200 saluran penghubung dengan kondisi yang sudah cukup parah, dikeruk agar dapat berfungsi kembali sebagai penampung air hujan. Tak lupa, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan perbaikan dan pengurasan saluran drainase. Tindakan lain yang tak kalah pentingnya adalah penambahan mulut air dan tali air di semua titik genangan.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan perbaikan dan pembangunan sistem polder guna mempercepat pembuangan genangan air banjir. Tindakan-tindakan yang telah dilakukan adalah penambahan kapasitas pompa di kawasan Pluit Tengah dan perbaikan 70 pompa air serta 63 pintu air yang rusak. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta juga mendirikan tanggul di kawasan Petogogan untuk mencegah luapan Kali Krukut saat curah hujan tinggi.

Tahun 2012 lalu, ada 1.377 sumur resapan yang tersebar di banyak titik di Jakarta. Namun, tahun 2013 ini, Pemprov DKI Jakarta akan menambahkan beberapa sumur resapan menjadi 1.949. Dari target tersebut, pengerjaan yang dilakukan sudah mencapai sekitar 70%. Rencananya, Pemprov DKI Jakarta akan membuat Peraturan Gubernur mengenai kewajiban untuk membuat sumur resapan dan biopori di setiap gedung di Jakarta.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013 – 2017, Pemprov DKI Jakarta juga memasukkan rencana pembuatan Multi Purpose Deep Tunnel (MTDP) atau terowongan multifungsi yang tak hanya mampu mengatasi banjir, tetapi juga kemacetan. Meskipun fungsi utamanya adalah untuk mengatasi banjir, terowongan ini juga dapat dijadikan sebagai jalur untuk kabel telepon, listrik, pipa gas dan saluran pembuangan air limbah.

Demi menjadikan Jakarta sebagai kota bebas banjir, Pemprov DKI Jakarta membutuhkan warga Jakarta untuk turut berperan aktif. Tindakan paling sederhana yang dapat dilakukan para warga Jakarta adalah membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan serta keasrian lingkungan. Untuk mengetahui program Pemprov DKI Jakarta lainnya, silakan kunjungi http://www.jakarta.go.id. (adv)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: