BebasBanjir2015

Lima PR

Lima PR Jakarta jika ingin ‘bebas banjir’

Sumber: http://www.bbc.co.uk/ 13 Januari 2014 

140113114903_nirwono_joga_304x171_fotodokpribadi

Pakar tata ruang Nirwono Joga berharap Pemda DKI membuat proyek percontohan relokasi tahun ini.

Selama bertahun-tahun, banjir musiman tak pernah absen merendam Jakarta padahal banjir sesungguhnya bisa dihindari jika Jakarta mengerjakan lima pekerjaan rumah ini.

Pakar tata kota Nirwono Joga dalam wawancara dengan Sri Lestari merinci apa saja pekerjaan rumah Jakarta.

Perbaikan drainase

Secara umum saluran drainase di Jakarta tidak terhubung dengan baik dan diameternya harus diubah. DKI juga belum memiliki rencana induk saluran drainase kota keseluruhan.

Kerja ini melibatkan Dinas Pekerjaan Umum terkait revitalisasi saluran drainase dan jaringan utilitas, Dinas Kebersihan yang bertanggung jawab atas kebersihan sampah, limbah dan lumpur dan Dinas P2B untuk membongkar bangunan yang berdiri di atas saluran air.

Tak ketinggalan Satpol PP yang bertugas menertibkan bangunan-bangunan yang akan atau sudah berdiri di saluran air itu.

“Satu tahun terakhir hal ini belum dilakukan dan belum ada perubahan kondisi drainase,” kata Nirwono.

Normalisasi sungai

Normalisasi empat dari 13 sungai yang diprogramkan pada 2013 yaitu Ciliwung, Tangerang, Angke dan Sunter belum bisa dilakukan karena warga belum direlokasi.

Sepanjang 2013 belum ada normalisasi kali, bahkan bisa dikatakan berhenti. Ini berakibat pada banjir Januari ini dan menggenangi kawasan langganan banjir dan kebetulan berada di bantaran kali. Jadi tidak mengherankan jika banjir menggenangi kawasan-kawasan yang paling rawan banjir di Jakarta selama ini.

“Jika kita mau memutus mata rantai banjir tidak ada pilihan lain kecuali adalah relokasi besar-besaran seluruh warga yang ada di bantaran kali,” kata Nirwono.

Normalisasi sungai

  • Ini sudah diperkuat dalam rencana tata ruang wilayah DKI Jakarta 2030 yang menyebutkan 20 tahun ke depan, seluruh permukiman di 13 sungai harus direlokasi ke hunian vertikal.
  • Badan air itu akan diperlebar dari kondisi sekarang 20-30 meter akan menjadi 50 meter badan airnya
  • Bantaran air di kiri kanannya menjadi 15-25 meter.
  • Pemda DKI melakukan sosialisasi untuk relokasi dan membangun rumah susun dalam skala besar agar kepindahan dapat dipercepat

Revitalisasi waduk dan situ

Ada 47 waduk dan 14 situ di Jakarta yang belum tersentuh, baru waduk Pluit dan waduk Ria Rio. September kemarin baru 10 waduk yang sempat dikeruk.

“Artinya masih banyak badan badan air yang belum berfungsi maksimal untuk menampung lintasan air dari sungai mau pun dari kawasan sekitarnya sehingga menggenangi jalan-jalan umum di Jakarta,” kata Nirwono.

Secara bertahap Jakarta diharapkan melakukan revitalisasi minimal 5-7 waduk di Jakarta setiap tahunnya agar lima tahun ke depan waduk-waduk di Jakarta bisa dioptimalkan.

Perbanyak daerah resapan air

Baru 9,8% ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta, untuk mencapai 30% perlu usaha serius dalam pembangunan ruang terbuka hijau setiap tahunnya.

Tahun 2013, tidak ada penambahan ruang terbuka hijau karena kesulitan mencari lahan. Tahun ini harus lebih serius mencari lahan untuk dibebaskan terutama di kawasan rawan banjir.

Kawasan Bidara Cina di Jakarta Timur menjadi salah satu daerah langganan banjir.

Rekayasa sosial

Tidak ada pendekatan kepada warga yang tinggal di bantaran kali, waduk atau situ untuk sukarela pindah ke rumah susun yang ada di sekitar kawasan mereka.

“Kenapa ini perlu? Karena pemindahan warga ke hunian vertikal akan menciptakan perubahan sosial budaya yang besar kalau tidak, pemindahan warga ke rumah susun hanya akanmemindahkan kampung-kampung kumuh tadi ke rumah susun di masa yang akan datang,” kata Nirwono.

Ia mengakui pemindahan warga tidak bisa dalam waktu singkat dan metodenya harus berbeda antarlokasi.

Ia menghimbau agar di tahun 2014, Pemda DKI memilih satu atau dua lokasi yang bisa dijadikan proyek percontohan di luar waduk Pluit atau Ria Rio misalnya di Kampung Pulo atau Kampung Melayu untuk memindahkan warga.

“Itu akan jadi contoh yang baik karena begitu ada kawasan yang dipindah dan ditata dengan baik, publikasi mudah dilakukan dan warga akan berbondong-bondong pindah,” tutupnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: