BebasBanjir2015

Tergantung warga

Foke: Berhasil Tidaknya Jakarta Bebas Banjir Tergantung Warga 

Sumber:  30 November 2011  

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengimbau warga Jakarta untuk mewaspada tingginya curah hujan belakangan ini.

Fauzi mengatakan, prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang paling tinggi diperkirakan akan terjadi selama Desember 2011 hingga pekan pertama Februari 2012.

“Berdasarkan perkiraan tersebut, sudah seharusnya kita semua mempersiapkan diri. Khususnya warga Jakarta untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungannya terutama membersihkan saluran mikro dan makro dari sampah,” ujar Fauzi Bowo usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Banjir Tahun 2011 di Monas, Jakarta, Rabu (30/11/2011).

Berdasarkan prediksi tersebut, Foke, biasa Fauzi Bowo disapa, menghimbau agar warga DKI partisipasi aktif dari warga Jakarta sangat penting dan menentukan keberhasilan penanganan bencana dalam sebuah wilayah.

“Jika hanya kami, Pemprov DKI atau pusat saja yang bekerja, maka tidak akan berhasil dalam penanganan bencana. Jadi perlu ada sinergi dengan masyarakat. Kita berdoa mudah-mudahan bencana ini tidak terjadi. Namun kita tetap tidak boleh mengurangi kesiapsiagaan kita,” ujarnya.

Foke juga mengatakan bahwa dirinya selalu menekankan kepada masyarakat yang ditemuinya untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu membersihkan saluran-saluran air di lingkungan agar lancar, meskipun Kanal Banjir Timur (KBT) sudah berfungsi.

“Jadi kalau ada curah hujan lokal yang sangat tinggi, namun salurannya tersumbat sampah dan tidak dibersihkan, maka banjir akan tetap terjadi. Itulah yang kami sosialisasikan terus kepada warga agar membersihkan saluran air di pemukimannya,” tuturnya.

1 Komentar »

  1. Setiap warga Jakarta memang bisa berpartisipasi untuk mengatasi banjir. Tapi perlu kepemimpinan. Saya rasa banjir tidak bisa diatasi hanya dengan membersihkan saluran. Tapi Pemprov perlu memimpin warga untuk membuat sumur resapan di setiap rumah.

    Banjir kanal saja tidak cukup. Terbukti daerah Rawa Domba yang dekat dengan BKT saja masih kebanjiran. Murid SD terpaksa libur sekolah. Kelihatannya di halaman SD ini bisa dibuat sumur resapan. Kalau semua air hujan yang jatuh di tanah SD ini bisa dimasukkan ke dalam sumur resapan, masalahnya SD Rawa Domba ini sudah teratasi.

    Konsep yang sama bisa diterapkan di seluruh Indonesia. Para pemilik villa di Puncak diwajibkan juga untuk membuat sumur resapan.

    Komentar oleh Adi Patria — Desember 30, 2013 @ 9:50 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: