BebasBanjir2015

Yoyon Indrayana

KAJIAN SISTEM DRAINASE DAN KONSEP PENANGANAN / PENGENDALIAN BANJIR KOTA CIREBON

Oleh : Ir. YOYON INDRAYANA, MT

Sumber:http://metropolitancirebon.blogspot.com/

PENDAHULUAN

Kota Cirebon merupakan salah satu wilayah yang kerap kali mengalami genangan pada musim hujan.

Penyebab terjadinya genangan adalah :

  1. Kapasitas saluran belum cukup untuk mengalirkan beban drainase maksimum.
  2. Penurunan kapasitas saluran akibat pendangkalan saluran.
  3. Beban banjir puncak meningkat akibat penurunan kualitas dan kuantitas daerah aliran sungai.

Daerah yang dekat pantai sering terjadi genangan akibat pengaruh back water air laut pada saat kondisi air laut pasang.

Perkembangan guna lahan yang tidak sesuai rencana mengakibatkan berkurangnya resapan tanah dan jaringan drainase yang telah ada tidak berfungsi dengan baik.

Kota Cirebon yang terletak di tepi pantai mengalami pengaruh pasang surut , dimana pada waktu air laut pasang, maka akan menghambat proses penyerapan / pembuangan air ke laut ( back water ) Hal ini makin memperparah kondisi genangan jika banjir sungai terjadi pada kondisi maksimum dan air laut terjadi pasang maksimum.

KONDISI EXISTING

Sistem drainase primer yang melintasi Kota Cirebon terdiri dari beberapa sistem drainase, diantaranya yaitu : sistem drainase Pane/Tangkil, Sukalila, Kesunean, dan Kalijaga.

Keempat sistem drainase primer tersebut menampung air yang mengalir dari sistem sekunder (anak-anak sungai dan drainase lintas kawasan/eks CUDP) dan saluran-saluran tersier.

Khusus untuk Sungai Sukalila merupakan drainase buatan yang tidak memiliki hulu seperti ketiga sungai yang lain (hanya menerima aliran dari beberapa sistem sekunder dan tersier), tetapi menampung 50 % dari beban pembuangan kota.

Dengan 4 (empat) sistem drainase yang ada, Kota Cirebon pada musim penghujan masih terdapat daerah genangan di beberapa tempat. Luas daerah genangan yang ada di Kota Cirebon ± 16 Ha.

Umur drainase di Kota Cirebon hampir sama dengan umur Kota yang mencapai 622 tahun sehingga perlu direhabilitasi

Lahan terbangun di Kota Cirebon sudah mencapai 70 % sehingga angka resapan air/infiltrasi semakin menurun dan limpasan/run off semakin meningkat

Panjang riool di Kota Cirebon adalah 60 km dan pada saat ini hanya 10% yang bisa ditangani oleh Pemerintah Kota.

Mesin pompa yang berada di TAIS hanya satu yang beroperasi dan dikelola oleh PDAM, mesin tersebut memerlukan biaya operacional yang tinggi (biaya listrik 30 juta perbulan).

8 TITIK GENANGAN BANJIR DI KOTA CIREBON

  1. Kawasan Jl. Pemuda (depan KODIM) dan Jl Terusan Pemuda (Kali Cimanggu)
  2. Kawasan Kampung Sukasari / blk hotel Kharisma (Kali Cigujeg, Kali Sukalila)
  3. Kawasan Jl.Ciptomangunkusumo (Kali Cimanggu, Kali Sukalila) karena tingkat endapan tinggi dan juga adanya 3 bottle neck (penyempitan) yaitu di depan SMA 2, depan kantor Bappeda, Samping Rumah Dinas Sekda.
  4. Kawasan Gunung Sari – Jl Ampera (karena dimensi saluran terbatas)
  5. Kawasan Perumnas Burung (karena dimensi saluran terbatas)
  6. Kawasan Perumnas Gunung (karena dimensi saluran terbatas)
  7. Kawasan Kali Tanjung (karena dimensi saluran terbatas dan pengendapan/ sampah pada saluran)
  8. Kawasan Majasem (akibat banjir kiriman dari Kabupaten)

KONSEP PENANGANAN SISTEM DRAINASE

A.Konsep pemecahan masalah drainase jangka pendek

  1. Memperbaiki fungsi pelayanan drainase pusat kota yang ada dengan pembangunan saluran baru, rehabilitasi saluran, pemeliharaan saluran.
  2. Menghindari penggunaan saluran drainase yang ditengarai dapat merusak fungsi saluran, seperti penggunaan saluran drainase sebagai tempat pembuangan sampah dan pendirian bangunan di atasnya.
  3. Melakukan normalisasi atau meningkatkan kapasitas saluran yang ada di sistem drainase lokal.
  4. Untuk daerah genangan yang tidak memungkinkan untuk didrain, direncanakan sebagai kolam penampungan dengan pola defensi (menampung air sementara), misalnya dengan membuat kolam penampungan.
  5. Untuk daerah yang mempunyai topografi lebih tinggi dibuat kolam dengan pola retensi (meresapkan), seperti pembuatan sumur resapan.
  6. Melakukan normalisasi atau meningkatkan kapasitas saluran yang ada di sistem drainase utama dan pengendalian banjir.
  7. Untuk daerah pantai yang sering terjadi back water akibat air pasang dari laut, dibuat sistem drainase dengan sistem polder yang berfungsi untuk menampung air sementara ketika muka air laut lebih tinggi dari muka air yang ada di saluran drainase (muka air laut pasang), dan selanjutnya memompa air yang ada pada polder untuk dibuang ke saluran yang ada di hilirnya untuk menuju ke laut. Pada bangunan polder ini dilengkapi pintu air, sehingga ketika muka air laut lebih rendah dari muka air di saluran drainase maka pintu air dibuka dengan tujuan untuk mengalirkan air drainase secara grafitasi ke laut.

B.Konsep pemecahan masalah drainase jangka menengah

  1. Penyusunan atau merevisi master plan drainase kota
  2. Penyusunan PERDA Drainase kota

C.Konsep pemecahan masalah drainase jangka panjang

  1. Pengaturan dan penataan sungai sebagai sistem drainase utama
  2. Pelestarian daerah aliran sungai, sehingga mempunyai kualitas lingkungan yang lebih bagus
  3. Perlunya perencanaan dan pembangunan waduk, salah satunya yaitu waduk benda yang berfungsi sebagai pengendali banjir pada musim hujan dan untuk menjaga ketersediaan sumber air pada musim kemarau

KONSEP PENANGANAN DAN PENGENDALIAN BANJIR

A.Rencana Penanganan banjir

  1. Penanganan Struktural : lebih bersifat jangka pendek dan menengah, penanganan banjir secara struktural memerlukan penanganan secara komprehensif, tidak hanya menggunakan metode konvensional melainkan juga dengan metode penyelesaian banjir lainnya, seperti ekohidrolik. Jenis bangunan yang mungkin diterapkan :

    a. Kolam penampungan
    b. Tanggul penahan banjir
    c. Saluran by pass / sudetan
    d. Sistem pengerukan / normalisasi sungai
    e. Sistem pompanisasi
    f. Pembuatan saluran baru

  2. Penanganan Non Struktural : lebih bersifat jangka panjang, oleh sebab itu pola penanganan ini diperlukan konsistensi dalam menjalankan program dan tersusun secara sistematis yang bersifat strategis, adanya partisipasi masyarakat merupakan persyaratan pokok bagi berhasilnya upaya ini.

B.Rencana pengendalian banjir

Rencana penerapan drainase ramah lingkungan di Kota Cirebon yang diiringi oleh program pengembangan masyarakat dilakukan pada berbagai bidang, sebagai berikut:

  1. Pembuatan Sistem pembuangan air hujan di rumah
  2. Pembuatan Sistem pembuangan air limbah di rumah
  3. Tidak menganggap lagi Saluran drainase sebagai long storage
  4. Penyediaan taman dan kolam di kompleks perumahan
  5. Peningkatan luas badan air
  6. Penataan kawasan sekitar waduk/danau
  7. Pemeliharaan kebersihan

1 Komentar »

  1. Apresiasi buat P. Yoyon…!.
    Seringkali sumpah serapah terdengar : “gara2 sampah neh…!! jadi kumuh, saluran jadi macet…!!!. Nah loh.. sampah deh jadi kambing hitam, Padahal sampah sih benda mati (kecuali sampah masyarakat…! hix hix hix). Kata sampah : “Salah sendiri, kenapa, saya diperlakukan tidak baik…?”, pdhl kalo sampah diperlakukan dgn baik dan kasih sayang, dia senang sekali kok.
    Ok, Jangan bosan2 dan jangan berhenti kpd Dinas terkait untuk sosialisasi kpd masyarakat untuk menjaga & memelihara aset2 infrastruktur ; saluran, drainase, dll. Itu yang tidak kalah penting. Pedagang2 kuliner yg berdagang diatas saluran drainase, cenderung membuang limbah makanan ke saluran (langsung ke bawah). Belum lagi masyarakat lainnya yang seenaknya buang sampah. Tanamkam kpd masyarakat untuk “Rasa memiliki”. Memang sih tidak bisa abra kadraba atau “sim salabim prok prok jadi apa..?!”. Perlu sosialisasi dimulai tingkat RW sesering mungkin. Tetap semangat pak, Mohon maaf.

    Komentar oleh KBU Secerah Pagi — Februari 5, 2012 @ 11:27 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: