BebasBanjir2015

Jangan Mimpi

Jangan Mimpi Jakarta Bebas Banjir

Selasa, 28 Oktober 2008 | 15:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta- Wilayah Jakarta tidak bisa bebas dari ancaman banjir. Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Pitoyo Subandrio kondisi alam Jakarta menyebabkan banjir tetap ada.

Menurut Pitoyo 40 persen wilayah Jakarta berada di di bawah permukaan laut. “Seperti di Belanda,” kata dia di kantornya, Selasa (28/10)

Alasan lainnya sungai di Jakarta berkelok-kelok. Sehingga, dari hulu ke hilir, panjang sungai 3 kali dari panjang sungai jika lurus. “Ini menyebabkan banyak genangan arus,” kata Pitoyo. Selain dua hal di atas, penurunan tanah, pemanasan global yang menyebabkan naiknya air laut, ikut menambah banjir.

Muhammad Nur Rochmi

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2008/10/28/brk,20081028-142612,id.html

1 Komentar »

  1. Yg saya hormati pak Pitoyo Subandrio,

    Salah satu penyebab negara kita terbelakang adalah banyak warganya (apapun jabatannya) selalu merasa minder bila dihadapkan dgn bangsa asing (Bule). Kita selalu merasa bhw org bule (Belanda dll) itu jauh lebih smart daripada bangsa kita. No…tidak pak. Mrk tdk lbh smart dibanding dgn bangsa kita. Kelebihan mrk adalah Focus dan tekun dlm berfikir dan bertindak untuk mengatasi persoalan yg muncul.

    Persoalan banjir adalah bukan krn permukaan tanah kita (DKI terutama) yg rendah dan berkelok2nya sungai….tapi cara berfikir dan langkah kita yg salah di dalam antisipasi dan pemanfaatan ruang dan teknologi dalam kaitan dgn fungsi alam.
    Apakah kedalaman permukaan air tanah di DKI itu minus terus (tergenang air laut?),…tidak pak. Di BAlaikota saja permukaan air tanah itu 2 meter dari permukaan tanah. Di Selatan Jakarta (daerah Fatmawati, Lenteng Agung) itu 8 meter baru ketemu air tanah. Ini artinya kita masih bisa membuat kantong2 air untuk menampung air hujan lokal. Apalagi DKI Jakarta mengalami defisit air tanah 6,6 juta M3/tahunnya. Dus konsepnya adalah tampung air hujan,…bukan buang kelaut.

    Ttg Sungai yg berkelok2 itu jangan disalahkan pak,…itu adalah keindahan dari alam dan justru memberi kesempatan kita untuk memanfaatkannya (kalau kita mau dan mampu memanfaatkannya untuk kepentingan air bersih untuk kepentingan warga DKI).
    Konsep Insinyur Belanda Prof Van Breun adalah mmg selalu how to drain. Mohon maaf pak Pitoyo, saya salahkan konsep ini krn Prof tsb ga paham bhw warga kita butuh yg namanya air tanah. Mgkn di Belanda mrk ga butuh air tanah,…wallahuallam. Hujan mgkn menurut beliau adalah “MUSIBAH”, sehingga harus sesegera mgkn dibuang ke laut. Menurut saya air hujan itu adalah “Anugerah” dari alam untuk manusia dan seluruh mahluk hidup di bumi ini. Coba bpk buka Alquran dikatakan bhw “aku turunkan dalam bentuk air dan dalam jumlah yg CUKUP”. Sayang saya lupa ayat brapanya.
    Akan tetapi yg terpenting adalah kita coba berusaha berfikir dan menganalisa yg baik ttg setiap masalah. Jangan sekali-kali kita telan saja pendapat org bule krn kita sesungguhnya juga smart.

    Kita wajib mendengarkan pendapat GURU kita,…namun kita WAJIB berfikir dan mencoba menganalisa apakah pendapat guru kita itu benar/ tepat. Ingat bhw generasi kini itu lbh cerdas ketimbang generasi terdahulu. Apa buktinya? Buktinya teknologi berkembang terus. Yg lebih penting lagi adalah kita jangan memiliki rasa minder. KITA MAMPU BERFIKIR DAN BERTINDAK DIATAS KAKI KITA SENDIRI (mengutip kt2 bijak Bung Karno). Tks
    Salam inovasi.

    Komentar oleh Zantar H. Ambadar — September 18, 2015 @ 8:41 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: