BebasBanjir2015

Modifikasi Lansekap

Modifikasi Lansekap

Modifikasi lansekap untuk memanen air hujan sedang banyak dikerjakan di beberapa negara maju, seperti di Kanada, Jerman dan Jepang. Salah satu caranya adalah mengganti jaringan drainase suatu kawasan dengan cekungan-cekungan di berbagai temoat (modifikasi lansekap), sehingga air hujan akan tertampung di lokasi cekungan tersebut. cara modifikasi lansekap  ini ternyata dapat menekan biaya konstruksi jaringan drainase suatu kawasan lebih dari 50 persen.

Di Indonesia, metode ini secara tradisional sebenarnya sudah berkembang. Masyarakat “memodifikasi lansekap” mereka dengan membuat parit-parit kecil  dan cekungan-cekungan dangkal di pekarangan mereka untuk keperluan perikanan atau pengawetan kayu / bambu, sekaligus sebagai ornamen kebun pekarangan. Modifikasi lansekap dapat dilaksanakan pada berbagai lokasi  sebagai berikut:

Kawasan perumahan atau perkantoran

Cekungan-cekungan dibuat di antara   bangunan untuk mengalirkan dan meresapkan air hujan. Cekungan tersebut tidak didisain sebagai kolam tampungan, namun sebagai kolam peresapan. Dengan demikian diusahakan secepat mungkin air meresap  ke dalam tanah. Konsep ini jika diterapkan dapat  mengurangi  biaya pembuatan jaringan drainase sekaligus dapat mendukung kelestarian air tanah. Dimensi cekungan disesuaikan dengan karakteristik porositas tanah dan intensitas hujan serta luas areal yang tersedia.

Gambar 1. Modifikasi lansekap pada kawasan perumahan atau perkantoran

Gambar 1. Modifikasi lansekap pada kawasan perumahan atau perkantoran

Lahan Tegalan

Tegalan-tegalan pada aerah pertanian yang tidak terjangkau irigasi perlu dilakukan upaya modifikasi lansekap baik pada tegalan yang bersangkutan maupun daerah sekitar tegalan. Metode modifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya membuat tanggul-tanggul rendah yang mengelilingi areal tegalan, mengelilingi pepohonan atau mengelilingi tempat-tempat yang secara geografis akan menjadi lokasi berkumpulnya air.

Gambar 2. modifikasi lansekap pada lahan tegalan

Gambar 2. modifikasi lansekap pada lahan tegalan

Perbukitan dengan membuat terasering

Metode modifikasi lansekap dengan membuat terasering pada perbukitan sudah umum diterapkan, yang dilakukan  dengan menyesuaikan dengan kearifan petani setempat.

Gambar 3. Contoh terasering sebagai komponen memanen air hujan untuk daerah dengan kemiringan sedang sampai terjal (Provinsi Bali)

Gambar 3. Contoh terasering sebagai komponen memanen air hujan untuk daerah dengan kemiringan sedang sampai terjal (Provinsi Bali)

Sumber: Agus Maryono dan Edy Nugroho Santoso (2006). Metode Memanen  dan Memanfaatkan Air Hujan untuk Penyediaan Air Bersih, Mencegah Banjir dan Kekeringan. Jakarta: Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

1 Komentar »

  1. SAYA ingin tahu banyak bagaimana pengelolaan air limbah dari rumah tangga sebelum dig=buang ke sungai jika ada caranya… adakah negara lain yang pernah menerapkan sistem penataan pemukiman tepian sungai yang tidak kumuh sperti layaknya di sekitar kita jika memang tadi sudah disebutkan negara2nya bolehkah saya tau gambar2nya untuk dijadikan literature??

    Komentar oleh ita — September 16, 2010 @ 5:45 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: