BebasBanjir2015

Tak Akan

Jakarta Tak Akan Bebas Banjir

Penulis : Ahmad Arif

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/23 Desember 2012

JAKARTA, KOMPAS.com- Hujan sepanjang Sabtu (22/12) telah menyebabkan 22 genangan banjir di Jakarta dan memicu kemacetan dimana-mana. Bahkan jalan protokol Sudirman dan Thamrin juga tergenang banjir.

“Dimensi dan masalah banjir di Jakarta terus meningkat. Selain faktor alam, faktor antropogenik berperan menyebabkan banjir,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Minggu (23/12/2012).

Kompleksitas masalah itu, menyebabkan banjir diperkirakan akan terus melanda Jakarta hingga pada tahun-tahun mendatang.

Sutopo mencatat, hujan Sabtu kemaren juga menaikkan debit Sungai Ciliwung hingga 110 cm sehingga Siaga III. Bahkan pukul 18.00 WIB, Katulampa mencapai 120 cm.

Dalam waktu 4 jam kemudian Depok dan 11-13 jam kemudian Manggarai akan menerima banjir kiriman. Pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB daerah di Kelurahan Makasar, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Kramat dan lainnya di bantaran Ciliwung hilir terendam banjir hingga 1 meter.

Menurut Sutopo, pada periode tahun sebelum 1970-an, banjir Jakarta lebih didominasi faktor alam. Sesudah itu, penyebab banjir menjadi lebih kompleks, dimana faktor antropogenik (manusia) lebih dominan menjadi penyebab banjir.

“Jakarta tak akan bebas banjir secara mutlak. Berbagai upaya penanganan selalu kalah cepat dibanding dengan faktor penyebabnya,”katanya.

Upaya pengendalian banjir hingga 2014, menurut Sutopo, ternyata belum akan menuntaskan titik banjir yang ada.

Total ada 78 titik banjir di DKI Jakarta. Kanal Banjir Timur hanya mampu mengurangi 15 titik banjir. Jika dilakukan normalisasi sungai di Kanal Banjir Barat akan mengurangi 6 titik banjir.

Normalisasi sungai Pesanggrahan, Angke dan Sunter pada 2011-2014 dengan dana Rp 2,3 triliun hanya mengurangi 10 titik.

Demikian pula proyek pengerukan sungai Jakarta Emergency Dredging Initiative di Cengkareng Drain, Kali Sunter, KBB, Cideng, Angke dan lainnya pada 2013-2014 akan mengurangi 20 titik banjir.

“Masih ada 27 titik yang belum dibebaskan. Ini pun jika tidak ada penambahan titik banjir baru,” katanya.

Kenyataannya, saat banjir kemaren, Jalan Thamrin, Sudirman, dan Gatot Subroto bukan termasuk dalam 78 titik banjir yang ada. Artinya, ada beberapa titik genangan baru yang sebelumnya luput dari pemetaan. Jika sudah begini, Jakarta sudah identik dengan kota banjir!!!

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: