BebasBanjir2015

Tak Bisa 100%

DKI tak bisa 100% bebas banjir

JAKARTA, MONDE: Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Departemen Pekerjaan Umum Iwan Nursyirwan mengatakan sebanyak 40% wilayah di DKI Jakarta sudah dibawah laut sehingga rawan banjir.

Bahkan sebagian pemukiman besar berada di dataran banjir sehingga pemerintah memperkirakan Jakarta tidak akan pernah 100% bebas banjir kendati berbagai program pengendalian banjir di gelar.

Dia menambahkan adanya pengeboran air tanah dan buruknya drainase juga penyumbang terjadinya banjir di Jakarta setiap tahun.

“Untuk menangani ini, perlu satu sistem sesuai dengan rencana induk (master plan) yang ada,” katanya kemarin.

Iwan menjelaskan banyak hambatan dalam melaksanakan program penanganan banjir di kawasan ibukota terutama pendanaan. “Tapi, kendati ada masalah dana, asal programnya jelasm program seperti ini bisa mulai.”

Menyinggung soal drainase kota, dia menjelaskan cepat atau lambat semua pihak harus segera memperbaiki drainase kota mengingat jika drainase bagus akan membuat air mengalir dengan lancar menuju sungai-sungai yang ada di Jakarta.

Jumlah sungai saat ini tercatat 13 buah dan jika difungsikan secara baik, dapat memperlambat genangan ke atas. ”Untuk pembebasan lahan kita sudah berbagi tugas dengan Pemda DKI karena itu menyangkut wilayah,” ujarnya.

Iwan berharap persoalan banjir dapat diselesaikan dengan cepat, kendati semua pihak tidak bisa menutup mata adanya lingkungan yang sebenarnya rusak sehingga pihaknya selalu berkoordinasi untuk mencari solusi yang terbaik.

Sementara itu, dalam perkembangan lain, pengukuran lahan untuk pembangunan Waduk Karian di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten segera dilakukan.

Panitia Sembilan yang diketuai Sekda Lebak telah merencanakan akan melakukan pengukuran lahan yang diprioritaskan untuk badan bendung seluas 80 hektare.

Pemerintah telah mengalokasikan dana awal bagi pembebasan lahan sebesar Rp4,9 miliar, separuhnya dana diantaranya diambil dari APBN, sisanya ditanggung Pemerintah Provinsi Banten.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC-3) Billy Parmono mengungkapkan, guna mempercepat pembebasan lahan pembangunan mega proyek Bendungan Karian itu, pihaknya telah menandatangani MoU dengan Panitia Pengadaan Tanah.(aji)

Sumber:  http://www.monitordepok.com/news/ajang-duit/23924.html

1 Komentar »

  1. wahhh benar sekali dan semoga segala permasalahan bisa diselesaikan..🙂

    Komentar oleh Istanamurah — Agustus 12, 2015 @ 3:20 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: