BebasBanjir2015

2016

Banten Ditargetkan Bebas Banjir Pada 2016

Harian Ekonomi Neraca, 7 Desember 2011

Sumber:   http://bataviase.co.id/

Serang – Provinsi Banten ditargetkan bebas banjir pada 2016 terutama di daerah aliran sungai di Kabupaten Pandeglang yang selalu menjadi langganan banjir. Kepala Dinas Sumber daya Air dan Permukiman Provinsi Banten VVinarjono di Serang, Selasa, mengatakan, untuk mengantisipasi volume air yang tinggi pada musim hujan, Dinas SDA Banten membangun tanggul sepanjang 21 kilometer di sejumlah titik sungai di wilayah Banten.

NERACAtanggul sepanjang 21 km tersebut dibangun di km dan kanan sungai sehingga bisa mencegah ail meluap “Su ngai Cilemer di Pandeglang yang biasa banjit –.mi musim hujan, sedang dibangun tanggul dengan panjang 21 kata Uinarjono usai menghadiri Fokus Group Discussion (FGD) di Pendopo Gubernur Banten.

Selain tanggul, kata dia, Dinas SDA Banten juga .ik.in membangun sejumlah bendungan untuk mengatur volume air. “Dana pembangunan berasal dari APBD Banten yang setiap tahun selalu bertambah,” katanya.

Ia mengatakan, anggaran dalam APBD 2012 untuk pembangunan tanggul lebih besar dibandingkan 2011 yang hanya mencapai Rp 12 miliar. Sedangkan, untuk pembiayaan tanggul dan bendungan hilir didanai oleh APBD melalui balai besar. “Anggaran pembangunanbendungan 2012 mencapai Rp20 miliar,” kata Winaijono

Sebelumnya Sekda Ban-len Muhadi mengatakan, sa-l.ili sani upaya yang dilakukan Pemerintah Pnu him Banten untuk mengantisi p.isi banjir dalam jangka panjang adalah melakukan pembangunan bendungan dan tanggul di sejumlah sungai di wilayah Pro\insi Banten.

“Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya banjir yang biasa terjadi hampir se-tiap tahun terutama di Pandeglang, dalam beberapa tahun ke depan bisa diatasi.” kata Muhadi pada rapat kordinasi tentang antisipasi bajir di Provinsi Banten.

Kekurangan Pompa

Sementara itu, Dinas Biii, i Marga dan Sumber Daya \ir Kota Tangerang Selatan, Banten, kekurangan pompa penyedot air untuk penanganan banjir.

“Untuk jumlah pompa penyedot air, masih kurangdalam mengatasi banjir,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan, Djudian-to di Tangerang, Selasa.

Djudianto mengatakan, saat ini pompa penyedot air yang dimiliki jumlahnya sebanyak delapan unit. Pompa penyedot air tersebut disiagakan di beberapa pemukiman warga dan jalan utama.

Untuk di Ialan Raya Serpong saja, terdapat dua lokasi banjir, yakni di depan Plaza Serpong serta di depan Rumah Sakit As-Shobirin. Ke-dua titik tersebut memiliki potensi banjir yang dapal mengganggu laju kendaraan. “Kita sudah siagakan dua pqmpa penyedot air untuk mengatasi banjir di kedua lokasi tersebut karena memang kondisi drainase yang belum selesai diperbaiki,” katanya.

Titik banjir di Kota Tangerang Selatan terdapat 31 lokasi. Lokasi banjir sendiri meliputi perumahan warga dan beberapa jalan yang disebabkan karena meluapnya beberapa sungai dan kali.lumi.ih titik banjir di tahun ini meningkat dibandingkan ahun sebelumnya yang hanya 26 titik. Namun, Pemkot Tangsel sedag melakukan proses normalisasi antara lain dengan penurapan di perumahan Cirendeu Permai, Perumahan jurang Mangu, Komplek Sema dan

Bukit Pamulang Indah.

Sedangkan untuk mengatasi banjir di pemukiman warga, Pemkot Tangerang Selatan telah menyiapkan lima pompa penyedot air. “Namun, jumlah tersebut sangaj kurang. Karena, bila beberapa pemukiman warga mengalami banjir secara bersamaan, maka kebutuhannya sangat kurang, katanya

Pemkot Tangerang Selat an pada (ahun 2011 ini melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air telah mengalokasikan dana sebesar RplO6 miliar. Rinciannya, Rp 76 miliar untuk pembangunan atau peningkaian jalan dan jembatan dengan L2 i pekerjaan.

Kemudian Rp30 mili.n untuk penanganan masalah drainase, normalisasi kali dan penanggulangan banjir dengan 100 pekerjaan. Keseluruhan dana tersebut, berasal dari APBD tahun 2011.

Dari alokasi Rp76 miliar, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan mempergunakan dana tersebut untuk memperbaiki 57,15 kilometer jalan kota dan jalan poros serta pemeliharaan sejumlah jembatan.

Badan Perencanaan Daerah Kota Tangerang Selatan, Banten, mengungkapkan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan dan pembebasan lahan mengalami penambahan Rp 56 miliar lebih dibandingkan program kegiatan lainnya. ,,….

Janjinya, 2016 Provinsi Banten Bebas Banjir

Sumber: http://tangerangnews.com/  6 Desember 2011 

SERANG-Terjawab sudah pertanyaan warga Provinsi Banten soal banjir. Pemprov Banten telah berjanji melalui Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Banten akan membangun tanggul di sejumlah titik sungai di wilayah Banten. Target dari proyek tersebut pada 2016 mendatang Banten sudah terbebas dari banjir.

Kepala Dinas SDA Banten, Winarjono mengungkapkan, pihaknya akan membangun tanggul sepanjang 21 KM di sejumlah titik sungai di wilayah Banten. Tanggul sepanjang 21 KM sendiri dibangun kiri kanan sungai sehingga bisa mencegah air meluap. “Khusus untuk wilayah Sungai Cilemer, Kabupaten Pandeglang, SDA telah membangun tanggul pencegah banjir itu dengan panjang 21 KM,” ungkapnya.

Ia mengatakan, selain tanggul, Dinas SDA Banten juga akan membangun sejumlah bendungan untuk mengatur volume air. Tanggul sendiri, kata Winarjono, bangunannya terbuat dari beton yang anggarannya menggunakan dana APBD. “Dana pembangunan berasal dari APBD Banten yang setiap tahunnya selalu bertambah,” katanya.

Untuk anggaran 2012 pembangunan tanggul, lanjut Winarjono, lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai Rp12 miliar. Sedangkan, untuk pembiayaan tanggul dan bendungan hilir didanai oleh APBD melalui balai besar. “Anggaran pembangunan bendungan tahun 2012 mencapai Rp20 miliar,” katanya.(FUA)

1 Komentar »

  1. Perumahan Ciputat Baru kapan bisa bebas banjir tahunan? padahal penyebab utamanya hanya Bendung Ciputat yang berlokasi di Perumahan Nuri, yang sebelumnya untuk irigasi desa Sawah tetapi sawahnya sekarang sudah tidak ada samasekali. seharusnya Bendung Ciputat dan Pilar-Pilar nya dibongkar saja dan biayanya tentu murah sekali dibandingkan solusi yang lain. Dan bagaimanapun solusi pertama pasti Membongkar Bendung Ciputat, karena bendung tersebut menghambat aliran drainage. Dan biasanya dalam kondisi biasa posisi Pintu Air Tertutup sehingga jika aliran mulai besar maka air sudah mulai tertahan dan mulai dibuka jika air pada kondisi banjir atau air yang datang sudah lebih besar dari kapasitas Bendung untuk mengalirkannya sehingga terjadi BANJIR di PERUMAHAN CIPUTAT BARU. Harapan kami agar melakukan tindakan nyata agar kami bisa bebas dari Banjir tahunan yaitu banjir thn 2002 s/d 2013 kecuali thn 2007 tentu langkah lebih lanjut atau jangka panjang. Jika memang pembongkaran tanggul tsb dapat menyebabkan banjir di hilir tentu harus ditanggulangi sebagaimana mestinya secara adil. Tetapi suatu cara yang menjadikan Perumahan Ciputat Baru sebagai Waduk Pengaman Banjir di hilir adalah suatu tindakan sangat TIDAK MANUSIAWI atau TIDAK ADIL dan TIDAK BIJAK.

    Komentar oleh Arsyan Zain Ghazali — Maret 18, 2014 @ 10:01 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: