BebasBanjir2015

DKI Jakarta

Oktober 2009

Anggaran Untuk Banjir Jakarta Rp 900 Miliar

Gubernur berharap, dana yang telah dianggarkan dapat terserap habis hingga akhir tahun.

Sumber:http://metro.vivanews.com/ 28 Oktober 2009

VIVAnews – Anggaran penanggulangan banjir di DKI Jakarta untuk tahun 2010, diperkirakan mencapai Rp 900 Miliar. Anggaran tersebut akan tetap digunakan untuk penyempurnaan masterplan penangan banjir Jakarta.

“Tahun ini dialokasikan anggaran program dedicated sebesar Rp 957,17 Miliar, bukan hanya untuk BKT tapi juga seluruhnya,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Rabu 28 Oktober 2009.

Gubernur berharap, dana yang telah dianggarkan dapat terserap habis hingga akhir tahun. Namun menurutnya, saat ini perlu ada penyempurnaan masterplan mengenai penanganan banjir.

Pasalnya masterplan yang ada saat ini harus disesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Peningkatan permukaan air laut belum diperhitungkan di dalam masterplan yang lama, sekarang akan kita masukkan di dalam penyempurnaan masterplan,” katanya lagi.

Fauzi melanjutkan, ke depan untuk menanggulangi peningkatan air laut, perlu dibuatkan bendungan raksasa. Sebab pembangunan bendungan itu diperlukan untuk mengamankan kepentingan Jakarta 50 tahun ke depan.

“Mau tidak mau juga harus diprogramkan. Jangan terus dibilang kita tidak mengantisipasi. Kita antisipasi tapi kita programkan secara sistematis,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan tanggul di Jakarta Utara saat ini tidak akan menyelesaikan masalah banjir dan mencegah terjadinya rob. Pembangunan tanggul hanya sebagai pencegahan sesaat.
• VIVAnews

Oktober 2011

Didanai Rp 557 miliar, pengendalian banjir DKI harus efektif

Oleh Nurudin Abdullah 

Sumber: http://www.bisnis.com/  24 Oktober 2011

JAKARTA: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jakarta meminta program pengendalian banjir di Ibu Kota dengan anggaran mencapai Rp557 miliar pada 2012 harus dilaksanakan secara efektif dan fokus pada kegiatan jangka pendek, menengah dan pajang sehingga hasilnya lebih optimal.

Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Ubaidillah mengatakan pemanfaatan dana yang dialokasikan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah DKI 2012 itu secara efektif dan fokus itu untuk mencegah terjadinya tumpang tindih anggaran untuk program yang sama dari instansi lain.

“Penggunaan anggaran penanganan banjir harus efektif dan fokus pada kegiatan yang sudah ditetapakan apakah sebagai program jangaka pendek, menengah atau pajang, agar pelaksanaannya menjadi terintegrasi dan tidak parsial,” katanya di Jakarta hari ini

Dia mengatakan cukup tepat jika anggaran Rp557 miliar difokuskan hanya untuk pembebasan lahan bagi kepentingan pembangunan Banjir Kanal Timur, waduk Marunda dan Seruling serta normalisasi kali Mookervart dan kali Sekretaris.

Sebab, imbuh Ubaidillah, keberadaan Banjir Kanal Timur, waduk Marunda dan Seruling serta waduk yang lain di Jakarta yang berfungsi efektif dapat menjadi penampung air hujan, tendon air bersih dan berfungsi ekologis menjaga cadangan air bawah tanah.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan dari total rancangan angaran pendapatan dan belanja daerah DKI 2012 sebesar Rp36,02 triliun, sekitar 21,2% atau Rp7,64 triliun diantaranya dialokasikan untuk 8 program unggulan.

Program unggulan itu meliputi penanganan banjir sebesar Rp557 miliar, pembangunan transportasi Rp2,89 triliun, penanggulangan polusi Rp6,5 miliar, peningkatan kualitas kebutuhan dasar masyarakat Rp2,69 triliun dan program penerapan kaidah good governance sebesar Rp978,03 miliar.

Selanjutnya program antisipasi perubahan iklim dianggarkan sebesar Rp296,86 miliar, program pengembangan budaya keragaman Rp220 miliar dan terakhir, program pengelolaan bencana disiapkan anggaran Rp2,5 miliar.(api)

PPP Dukung Anggaran Cegah Banjir DKI Rp 557 Miliar

Sumber: http://berbagaisumber.com/ 25 Oktober 2011
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maman Firmansyah menyatakan fraksi PPP mendukung anggaran Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 557 miliar untuk pengendalian banjir.

Maman menuturkan fraksi PPP mendukung hal tersebut karena dinilai sebagai terobosan besar yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Menurutnya bila nanti ada kritik, jangan dianggap sebagai penolakan dari masyarakat.

Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk pembebasan lahan kering KBT, pembebasan tanah waduk Marunda dan waduk Surilang, serta normalisasi kali Mookervart dan kali Sekretaris.

“Pengendalian banjir jangan hanya dilakukan saat musim penghujan tiba, tetapi juga saat musim kemarau seperti saat ini,” ujar Maman, Senin (24/10/2011).

Dikatakannya, jika progam penanganan banjir sampai gagal atau tidak tepat waktu, dapat menimbulkan antipati ataupun rasa frustasi warga Jakarta terhadap Pemprov DKI. “Kalau proyek pengendalian banjir bisa diselesaikan, satu diantara probelm warga Jakarta setidaknya berkurang,” imbuhnya.

November 2011

Belanda Kritik Kecilnya Anggaran Pemeliharaan Kanal Banjir di Jakarta

Lia Harahap – detikNews
 Sumber: http://www.detiknews.com/ 23 November 2011

Jakarta – Sungai-sungai dan kanal banjir di Jakarta memang dalam kondisi memprihatikan. Tumpukan sampah ditambah hunian ilegal yang berdiri di bantaran, membuat daya tampung sungai dan kanal semakin menyusut.

Kondisi ini ternyata menjadi perhatian pemerintah kota Rotterdam Belanda yang saat ini memang tengah menjalin kerjasama dengan Jakarta. Mereka berpandangan pendangkalan sungai dan kanal banjir itu terjadi karena minimnya biaya perawatan yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

“Mereka (delegasi dari Rotterdam) mengatakan anggaran maintenance kita selama ini terlalu kecil untuk kanal-kanal ini. Jadi akhirnya kanal-kanal tersebut tidak dapat berfungsi dengan optimal,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Hal itu dia sampaikan usai menerima delegasi dari Rotterdam Belanda di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (23/11/2011). Hadir juga dalam pertemuan ini Direktur Air dari Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda Rences Peters.

Delegasi Rotterdam mengatakan, padahal pemeliharaan itu sangat penting dilakukan. Jika tidak, lama kelamaan sampah yang bertumpuk dan tidak dikeruk itu akan berubah menjadi lumpur yang mengendap dan mengurangi kapasitas dari saluran air.

“Tapi saya bersama Pak Ery (Kadis PU) sudah jelaskan, bahwa anggarannya itu nggak cukup untuk pemeliharaan. Maka itu tadi sampai pada persetujuan 2012 ini, kita duduk sama-sama belajar dari pengalaman yang ada di Rotterdam, untuk menempatkan proporsi yang ideal antara pemeliharaan dan pembangunan,” jelas Fauzi.

Dalam kesempatan yang sama, Kadis PU Ery Basworo mengatakan anggaran Sumber Daya Air di dinasnya lebih kurang sekitar Rp 500 miliar. Dengan anggaran yang dinilainya terbatas, Dinas PU lebih memilih melakukan pembangunan infrastuktur sumber daya air, ketimbang melakukan pemeliharaan kanal dan sungai-sungai yang ada di Jakarta.

“Misalnya kalinya belum lebar, maka yang kita lakukan lebih dulu diturap. Seperti waduk Grogol. Setelah diturap, lalu airnya kita turunin, jadi seperti polder sistem,” kata Ery.

Ery menambahkan pemeliharaan dengan sistem pengerukan endapan hanya akan membuat pekerjaan bertambah. Karena, jika sisi kanal tidak diturap maka endapan bisa terus terjadi.

“Seperti di Kali Angke, sisi kanan dan kirinya sudah diturap. Nah kalau sudah begitu baru kita lakukan pemeliharaan. Dari pada masih berantakan lalu akhirnya percuma, maka sementara saya pikir lebih baik untuk pembangunan dulu,” tandas Ery.  (lia/mpr)

Desember 2011

Foke Ogah Sebutkan Anggaran untuk Atasi Banjir

Sumber:http://jakarta.tribunnews.com/ 19 Desember 2011 
Laporan Wartawan Tribunnews.com/ Danang Setiaji

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Usai menghadiri rapat paripurna Raperda tentang Penetapan APBD DKI 2012, Gubernur DKI Fauzi Bowo enggan menyebutkan secara gamblang berapa alokasi anggaran untuk menangani banjir.

Saat ditanya wartawan, pria yang biasa disapa Foke ini mengatakan walaupun APBD DKI 2012 ditetapkan sebesar Rp 36,23 triliun, bukan berarti bisa dengan cepat menangani banjir di Jakarta. “Orang banyak mengkritik duit banyak kok belum selesai juga masalah-masalah (di Jakarta). Semua itu ada pentahapannya, anda bisa nggak menormalisir kali dan sungai tanpa bebasin tanah? Kan tidak mungkin, kita programkan itu secara bertahap, bebasin tanah dulu,” ujar Foke, Senin (19/12/2011) di gedung Lemhanas.

Foke menuturkan membebaskan tanah saat ini tidak seperti 10 tahun yang lalu. Menurutnya saat ini kepentingan-kepentingan hak azasi harus dirumuskan dengan tepat dan baik sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. “10 tahun yang lalu saya sudah kerja di DKI. Anda belum kerja disini, saya sudah kerja disini. Untuk mengurangi dampak negatif dari pembebasan tanah, kita lakukan normalisasi kali atau perluasan jaringan jalan,” ucapnya.

Namun saat kembali ditegaskan berapa alokasi anggaran untuk menangani banjir di Jakarta, pria berkumis ini mengatakan walaupun ada uangnya belum tentu bisa mengerjakan program-program untuk mencegah banjir. “Bolak-balik disitu lagi (nanyanya). Saya cuma mau kasih unjuk, nggak gampang biar ada duitnya. Ada duitnya, belum tentu bisa kerja,” tegasnya. Editor : budi_pras

DKI Gunakan Anggaran Darurat Atasi Banjir Pondoklabu

Sumber: http://www.beritajakarta.com/ 26 Desember 2011

BERITAJAKARTA.COM
Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir di ibu kota. Salah satunya, seperti penanganan banjir di kawasan Kampung Pulo, Pondoklabu, Cilandak, Jakarta Selatan. Bahkan, untuk memastikan penanganan banjir di kawasan itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran darurat. Untuk sementara, dana yang tersedia sebesar Rp 1 miliar.

Seperti diketahui, untuk penanganan banjir di Kampung Pulo, Pondoklabu, sejauh ini, Dinas PU DKI Jakarta telah membangun waduk seluas 9.000 meter persegi. Hingga saat ini, pembangunan waduk tersebut sudah mencapai 70 persen. Tidak hanya itu, Dinas PU DKI Jakarta juga membangun tanggul sepanjang 300 meter serta menormalisasi Kali Krukut dari semula memiliki lebar 4 meter menjadi 6 meter.

Wakil Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Novizal mengatakan, meski telah tutup anggaran, warga tidak perlu khawatir karena ada anggaran darurat. Hingga saat ini, anggaran yang telah terpakai sebesar Rp 600 juta. “Kami punya anggaran darurat. Dengan anggaran darurat ini kita tidak perlu melakukan lelang,” ujar Novizal, saat melakukan dialog dengan warga Kampung Pulo, Senin (26/12).

Ia menambahkan, alat berat yang digunakan merupakan milik Dinas PU DKI Jakarta. Bahkan, untuk memaksimalkan pembangunan waduk dan normalisasi kali, pihaknya meminjam alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Hal ini dilakukan mengingat kewenangan penanganan Kali Krukut berada di bawah Pemerintah Pusat. “Sekarang ada tiga alat, mudah-mudahan bisa cepat. Nantinya kali akan dilebarkan 2 meter,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, dikatakan Novizal, pihaknya juga akan membangun waduk di Brigif, Kelurahan Cipedak. Direncanakan waduk Brigif akan dibangun seluas 11 hektar. Saat ini, masih dalam proses pembebasan tanah. Dengan demikian diharapkan banjir di Kampung Pulo akan berkurang.

Dalam dialog yang diikuti oleh puluhan warga di RT 11/03 itu, disepakati pula, jika gorong-gorong yang selama ini disebut-sebut menjadi pemicu banjir tidak akan dibongkar, melainkan Dinas PU DKI akan menormalisasi kali.

Kepala Biro Sarana dan Prasarana Kota Pemprov DKI Jakarta, Andi Baso meminta, kesabaran warga dalam menghadapi banjir. Sebab dalam penanggulangan banjir membutuhkan waktu yang tidak singkat. “Mohon kesabaran, karena perlu waktu. Kami punya komitmen yang kuat untuk menyelesaikan semaksimal mungkin,” janji Andi.

Ketua RT 11, Sugiono menyetujui rencana yang dilakukan oleh Pemprov DKI dalam penanganan banjir di wilayahnya. “Apapun langkahnya, kita tidak masalah. Yang penting, aliran air lancar dan rumah kita tidak kebanjiran lagi,” tandasnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: