BebasBanjir2015

Kolam / Balong

Kolam, Balong atau Embung

Dalam perencanaan penggunaan tanah tersedianya air untuk tanaman, ternak ikan dan keperluan lainnya adalah faktor yang sangat penting. Kolam atau balong atau embung adalah sumber air yang logis, oleh karena dapat direncanakan sesuai dengan keperluan suatu satuan usahatani keluarga. Agar terdapat persediaan air yang  cukup, semua kemungkinan kegunaan air harus dipertimbangkan. Tabel 1 menyajikan secara umum perkiraan jumlah air yang diperlukan pada suatu usahatani.  Kebutuhan untuk irigasi tanaman dapat diperkirakan dengan cara yang disajikan dalam bagian berikutnya. Luas permukaan maksimum suatu embung yang masih dapat dibuat secara sederhana adalah 0,25 hektar.

Syarat esensial bagi suatu kolam yang efektif adalah (1) kondisi topografi di tempat yag akan dibangun kolam haruslah  memungkinkan pembangunan yang ekonomis, tenaga dan biaya adalah fungsi langsung panjang dan dalam kolam, (2) cukup air yang memenuhi syarat, (3) terdapat bahan tanah yang kedap air, bukan pasir, (4) semua kolam harus dilengkapi fasilitas pelimpasan untuk menyalurkan air kalau terjadi terjadi banjir, dengan aman, dan (5) kolam harus dapat dikeringkan untuk perbaikan.

Tanah bagian bawah (subsoil)  haruslah terdiri dari bahan yang dapat menahan air. Di sekitar kolam harus  tertutup vegetasi rapat, tidak boleh terbuka atau digarap, untuk menghindari siltasi (pelumpuran) kolam.

Beberapa tipe kolam yang dikenal adalah: (a) kolam galian (dugout ponds), yang mendapat airnya terutama dari air tanah (groundwater), (b) kolam yang mendapat airnya dari aliran permukaan (run off), (c) kolam yang mendapat airnya dari mata air atau sungai kecil (creek), dan (4) kolam bypass (Calkins, dalam Frevert et al, 1963).

a. Kolam galian (dugout ponds)

Kolam galian yaitu kolam yang sumber air utamanya adalah air tanah (groundwater), terbatas tempat pembangunannya pada daerah yang berlereng kurang dari 4% dan permukaan tanah berada pada sekitar 90 sampai 120 cm dari permukaan tanah. Disainnya didasarkan pada kapasitas penyimpanan yang diperlukan, dalamnya permukaan air tanah, dan stabilitas bahan tanah sisinya.

b. Kolam aliran permukaan (surface water ponds)

Untuk kolam tipe ini air yang disimpannya tergantung pada adanya aliran permukaan. Kapasitas simpannya harus direncanakan berdasarkan atas keperluan air dan kemungkinan tersedianya air yang diperlukan. Kapasitas yang direncanakan, untuk penggunaan air yang banyak, harus dapat menyediakan air sampai terjadi atau tersedia aliran permukaan pada musim hujan berikutnya.

c. Kolam mata air atyau sungai kecil (spring-fed atau creek fed ponds)

Kolam tipe ini dibuat dengan menggali lembah yang dialiri oleh mata air atau sungai kecil atau dengan membendung aliran mata air atau sungai tersebut. Untuk kolam tipe ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga permukaan air dalam kolam tetap lebih rendah letaknya dari aliran mata air.

d. Kolam by-pass (Off-stream atau By-pass ponds)

Kolam tipe ini dibuat di dekat sungai yang mengalir sepanjang tahun, dan air dimasukkan melalui saluran atau pipa ke dalam kolam.

Sumber: Sitanala Arsyad (2006). Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press

Kolam Air Tawar

Definisi Kolam

Kolam merupakan lahan yang dibuat untuk menampung air dalam jumlah tertentu sehingga dapat digunakan untuk pemeliharaan ikan dan atau hewan air lainnya. Berdasarkan pengertian teknis (Susanto, 1992), kolam merupakan suatu perairan buatan yang luasnya terbatas dan sengaja dibuat manusia agar mudah dikelola dalam hal pengaturan air, jenis hewan budidaya dan target produksinya. Kolam selain sebagai media hidup ikan juga harus dapat berfugsi sebagai sumber makanan alami bagi ikan, artinya kolam harus berpotensi untuk dapat menumbuhkan makanan alami.

Fungsi dan manfaat kolam

  • Fungsi ekologis: (a) habitat hidup berbagai jenis hewan dan tumbuhan air, (b) sumber plasma nutfah
  • Manfaat ekonomis kolam: (a) menghasilkan berbagai sumber daya alam bernilai ekonomis, (b) meningkatkan perekonomian masyarakat, (c) sarana pariwisata / rekreasi.

Proses pembuatan kolam

Kolam merupakan lahan basah buatan yang dapat dikelola dan diatur langsung oleh manusia untuk kebutuhan budidaya ikan. Berdasarkan proses pembentukannya, kolam dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu kolam yang sengaja dibangun dan kolam yang tidak sengaja dibangun.

Tipe-tipe kolam

  • Tipe Kolam berdasarkan sumber air: (a) kolam tadah hujan, (b) kolam mata air, (c) kolam berperairan setengah teknis, (d) kolam berperairan teknis.
  • Tipe kolam berdasarkan kegunaannya: (a) kolam pemeliharaan induk, kolam pemijahan / perkawinan, (c) kolam penetaan telur, (d) kolam pendederan, (e) kolam pembesaran, (f) kolam penumbuhan makanan alami, (g) kolam pengendapan, (h) kolam penampungan hasil.
  • Tipe kolam berdasarkan aliran air: (a) kolam air tergenang (stagnant water ponds), (b) kolam air air mengalir / kolam air deras (running water pond).

Sumber: Lani Puspita et al (2005). Lahan Basah Buatan di Indonesia. Bogor: Wetlands International – Indonesia Programme

3 Komentar »

  1. mmm…tipe2 kolamnya..coba dijelasin lebih rincii dah🙂

    Komentar oleh isma — Oktober 13, 2011 @ 11:58 am

  2. klaw boleh tipe2 tanah berdasarkan jenisnya dan kegunaanya misalnya:
    -tanah berpraksi
    -tanah terapan
    -tanah tdak berporos
    dan fungsinya untuk menahan air kolam……????

    Komentar oleh andhy darfianto — April 1, 2013 @ 6:10 pm

  3. Heeeeemmmmm banyak ilmu pengetahuan

    Komentar oleh Anonim — Maret 22, 2014 @ 2:59 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: