BebasBanjir2015

Sumatera Utara

December 2011 

Anggaran besar tak jamin atasi banjir 

Sumber:  http://waspada.co.id/8 Desember 2011

WASPADA ONLINE
MEDAN – Masalah drainase dan infrastruktur di Kota Medan sepertinya masih menjadi perhatian srius, mengingat hingga akhir 2011 ini permasalahan tersebut masih belum bisa dituntaskan dengan baik oleh Dinas Bina Marga Kota Medan.

Terkait permasalahan ini, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan pesimis dengan anggaran yang besar tidak menjamin permasalahan tersebut bisa selesai. Seperti diketahui anggaran swakelola perbaikan drainase pada Dinas Bina Marga sebesar Rp 5 Miliar bertambah menjadi Rp 20 Miliar, serta anggaran swakelola jalan sebesar Rp9.1 Miliar menjadi 15 Miliar.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua FPKS Kota Medan, Salman Al Farizi Kota Medan dalam rapat paripurna DPRD Koya Medan dengan agenda pendapat fraksi-fraksi DPRD Kota Medan dan pengambilan keputusan tentang rancangan anggaran pendapatan Belanja Daerah (R APBD) Tahun Anggaran (TA) 2012.

“Penilaian kami anggaran yang besar tidak menjamin permasalahan banjir selesai, hal ini diakibatkan perencanaan penanggulangan banjir selalu mendahulukan permasalahan tersier daripada permasalahan primer,” ungkapnya .

Salman menjelaskan, pengorekan parit-parit tersier lebih didahulukan dengan parit-parit primer tidak terselesaikan dengan baik. Untuk itulah, Salman dengan besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk permaikan drainase di kota Medan, FPKS mengusulkan agar DPRD Kota Medan membentuk Panitia Khusus (Pansus) drainase.

“Kami mendesak agar dibentuk pansus drainase sebagai wujud implementasi pengawasan atas kinerja SKPD terkait dalam realisasi anggaran serta pengerjaan di lapangan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, anggaran infrastruktur yang besar pada tahun 2012 harus sejalan dengan perbaikan sistem drainase dan jalan di kota Medan.”Kami meminta pemko Medan agar benar-benar memperhatikan sistem drainase dan jalan di Kota Medan agar benar-benar memperhatikan kualitas pembangunan infrastruktur tahun 2012,” ungkapnya.

Tidak hanya itu dalam pandangannya, Salman juga mewanti-wanti Pemerintah Kota Medan untuk mempersiapkan diri menyongsong tahun 2012 mengingat banyaknya permasalahan yang akan dihadapi.

“Permasalahan yang akan dihadapi Kota Medan pada tahun 2012 semakin kompleks namun masalah-masalah pada tahun sebelumnya belum juga akan hilang seperti persoalan banjir macet dan pengelolaan sampah,” ungkapnya.

Anggaran Rp 170 Miliar Atasi Banjir akan Mubazir

Sumber:http://www.medanbisnisdaily.com/  29 Desember 2011

MedanBisnis – Medan. Anggaran Rp 170 miliar untuk mengatasi banjir Kota Medan yang disiapkan Pemko Medan pada APBD 2012 dinilai akan mubazir. Hal ini dikarenakan mental masyarakat dalam menjaga keberseihan masih sangat rendah.

“Jika semua sistem drainase ataupun sistem pencegahnya dipersiapkan dengan baik, namun sikap dan mental warga dalam menjaga kebersihan masih rendah, itu juga sama saja. Ujung-ujungnya Medan juga akan dilanda bajir,”ujar Analis Kebijakan Publik Unimed Hidayat kepada wartawan, Rabu (28/12).

Menurut Hidayat, ada dua hal untuk banjir yang sering mengunjungi Medan pada saat musim penghujan.Pertama, banjir lokal yang hanya menerjang satu kawasan tertentu saja diakibatkan buruknya sistem drainase dan menumpuknya sampah di kawasan tersebut hingga banjir hanya terjadi di daerah itu saja, sedangkan daerah lain tidak.

Kedua, sebutnya, banjir yang berasal dari hulu. Sekalipun diperbaiki sistem drainase di Meda ini, apabila volume air yang datang tinggi dari hulu banjirpun tidak dapat terelakkan.

“Perbaikan seluruh sistem drainase di kota Medan merupakan salah satu solusi untuk mencegah adanya genangan air hingga datangnya banjir, “ujarnya. Untuk itu, Hidayat mengatakan perlunya pembinaan terhadap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Karena dengan sikap dan kesadaran warga kota Medan dalam menjaga kebersihan lebih memberikan dampak yang besar dari pada harus menghabiskan anggaran miliaran rupiah untuk memperbaiki sistem drainase dan infrastruktur di Medan dalam mencegah banjir.

Masalah lain yang juga perlu dibenahi, tambah Hidayat yakni sikap para konglomerat dan para pengusaha dalam kepedulian menjaga lingkungan dan kebersihan. Dimana dirinya melihat “orang-orang” tersebut dalam menjalankan bisnisnya maupun kepentingan lainnya sering tidak memperdulika lingkungan di sekitarnya. “Kalau orang-orang kaya tersebut ya enak, ketika banjir datang ke rumah mereka tidak terkena, atau mereka tinggal di hotel Selesai, lalu warga miskin yang menderita, “pungkasnya. (n cw – 07)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: