BebasBanjir2015

Penampungan Air Hujan (2)

Panen Air Hujan, Yuk!

Oleh: Anissa Q. Aini

Sumber: http://www.ideaonline.co.id/Senin, 21 Desember 2009

Foto: www.aboutmyplanet.com

Jangan sia-siakan air hujan yang turun ke Bumi. Air ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Rain harvesting atau panen air hujan sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi mungkin belum banyak yang tahu. Apa, sih , panen air hujan itu? Sederhananya, panen air hujan adalah menampung air hujan yang turun, untuk dimanfaatkan lagi. Misalnya, untuk menyiram tanaman, mencuci kendaraan, mengepel lantai, atau menyiram toilet.

Tidak usah memikirkan cara yang rumit, kita pakai cara yang sederhana saja. Siapkan wadah penampungan. Bisa membuat bak, seperti bak mandi atau drum plastik. Tempatkan di bawah talang air, untuk menampung air hujan yang mengalir dari atap. Seberapa besar bak atau drum yang harus ditempatkan? Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan selera.

Untuk menyaring air hujan, tempatkan jaring kawat atau kain kasa, di permukaan bak atau drum. Kemudian taburkan batu-batu koral di atas jaringnya. Batu koral berperan sebagai penyaring air hujan, sebelum ditampung. Kalau Anda punya budget lebih, bisa membuat filter serupa filter air kolam. Jadi air hujan bisa tersaring lebih baik. Dengan demikian, air hujan siap untuk digunakan.

Supaya mudah untuk mengambil air dari wadah penampungan, buat saluran dengan pipa, dari wadah ke luar. Lengkapi juga dengan keran. Sebaiknya, manfaatkan air hujan yang sudah ditampung untuk keperluan-keperluan non konsumsi. Tidak disarankan memanfaatkannya untuk air minum, karena diperlukan penelitian lebih lanjut apakah air hujan aman dikonsumsi atau tidak. Satu lagi, jangan lupa juga untuk menutup rapat dan menguras wadah penampungan secara teratur. Supaya tidak jadi sarang nyamuk demam berdarah

Nah , mumpung sekarang musim hujan. Kita panen air hujan, yuk ! Buat mencuci kendaraan atau mengepel lantai, kita gak perlu ambil air PAM atau air tanah. Jadi, kita bisa menghemat pengeluaran untuk air.

 

BAK PENAMPUNGAN AIR BAMBU SEMEN (KAPASITAS 2.500 LITER)

Sumber: http://www.iptek.net.id/

I. PENDAHULUAN

Untuk daerah tropis seperti Indonesia, sebuah keluarga akan membutuhan puluhan liter air bersih per hari untuk minum, membasuh mulut, mencuci, dan memasak, dan kebutuhan yang lain. Dalam sebulan akan dibutuhkan beribu-ribu liter air bersih untuk keperluan lain seperti mandi, mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga.

Untuk daerah pedesaan yang kering di musim kemarau pada waktu hujan hanya sedikit dan persediaan air dalam tanah menurun, akan sulit sekali untuk mendapatkan air yang bersih. Pada musin kemarau sumur menjadi kering, aliran sungai besar berubah menjadi kecil dengan air yang keruh, mengakibatkan timbulnya penyakit yang menuntut banyak korban. Di samping itu pada musim kemarau banyak waktu dan tenaga terbuang untuk mengambil air bersih, karena sumber air biasanya terletak jauh dari tempat tinggal.

Masalah kebutuhan air bersih dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan sumber air dan air hujan. Menampung air hujan dari atap rumah adalah cara lain untuk memperoleh air. Cara yang cukup mudah ini kebanyakan masih diabaikan karena atap rumah yang terbuat dari daun rumbia atau alang-alang tidak memungkinkannya. Namun pada rumah yang beratap genteng atau seng bergelombang, hal ini dengan mudah dapat dilakukan dengan memasang talang air sepanjang sisi atap dan mengalirkan air hujan itu ke dalam tempat penyimpanan.

Ada 7 cara penyimpanan air yang biasa digunakan atau dipakai di daerah pedesaan di Indonesia. Ke-7 cara tersebut yaitu :

  1. Gentong penampungan air cara cetakan (Kapasitas 250 liter)
  2. Drum air cara kerangka kawat (Kapasitas 300 liter)
  3. Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 2.500 liter)
  4. Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 10.000 liter)
  5. Instalasi air bersih pipa bambu metode tradisional
  6. Instalasi air bersih pipa bambu sistem pengaliran tertutup
  7. Bak penampungan sumber air/mata air

Umumnya penyimpanan air yang digunakan adalah bak penampung yang dibuat dari drum, genteng dan bambu semen. Bahan ini digunakan karena : relatif murah, tahan lama, konstruksi kuat, mudah dibuat, bahan baku mudah didapat dan air yang ditampung tidak mudah tercemar.

II. URAIAN SINGKAT

Bambu selain dipakai untuk bahan bangunan dapat juga dipakai sebagai bak penampung air dengan istilah Bambu Semen. Konstruksi tulangnya dibuat dari bambu serta dilapisi oleh adukan mortar semen dan pasir.

III. BAHAN DAN PERALATAN

  1. 9 (sembilan) sak semen.
  2. 1m 3 pasir.
  3. 0,2 m 3 kerikil.
  4. 12 (duabelas) batang bambu.
  5. 1 (satu) buah stop kran.
  6. 1 (satu) buah Elbog.
  7. 1 (satu) buah Pipa pengambilan.
  8. 1 (satu) buah Pipa pengurasan.
  9. 1 (satu) buah Pipa peluap.
  10. 1 (satu) buah Botol plastik.
  11. Pipa pengukur, lot, kerekan, snar.
  12. Saringan kasa nyamuk 100 cm 2.
  13. Ijuk penyaring ½ kg.
  14. Gedeg (anyaman bambu).
  15. Papan.
  16. Ember.
  17. Tali.
  18. Sarung tangan.

IV. PEMBUATAN

1. Kerangka

Sebelum mulai dengan pemasangan kerangka tulangan, potongan bambu dibelah menjadi bagian-bagian selebar 1-1,5 cm dan dibuat anyaman berlubang mata jala 3,5 – 4 cm.

Pembuatan kerangka dibedakan atas 3 bagian :

  • Tulangan dinding :
    • tulangan tegak
    • tulangan mendatar
  • Tulangan dasar :
    • tulangan membujur
    • tulangan melintang
  • Tulangan tutup :
    Sama dengan tulangan dasar ukuran dari masing-masing tulangan seperti terlihat pada Gambar 1, 2, 3, dan 4.
0g1

Gambar 1. Rangka Anyaman Tangki Bambu Semen Kapasitas 2.500 liter

0g2

Gambar 2. Rangka Pondasi Anyaman Bambu Kapasitas 2.500 liter

0g3

Gambar 3. Rangka tutup tangki bambu semen kapasitas 2.500 dan 10.000 liter

0g4

Gambar 4. Potongan Tangki Bambu Semen Kapasitas 2.500 liter Perakitan

2. Perakitan

Untuk membuat kerangka dengan bentuk silindris yang bagus, buat dulu garisan berbentuk lingkaran di tanah. Kemudian letakkan kerangka dasar di atas lingkaran tadi. Kerangka dinding ditumpangkan di atas kerangka dasar dengan membentuk lingkaran seperti yang terlihat pada Gambar 5.

0g5

Gambar 5. Perakitan Kerangka Silindris Plasteran

3. Plesteran

a. Sebelum plasteran dimulai, buat pondasi dengan ukuran seperti Gambar 6 dan 7.

0g6

Gambar 6. Pondasi tangki bambu semen kapasitas 2.500 Liter

0g7

Gambar 7. Plesteran Pondasi

b. Kerangka yang sudah jadi diselimuti dengan anyaman bambu (gedeg) sebelah luarnya diberi penguat dengan beberapa bilah papan (Gambar
8).

0g8

Gambar 8. Kerangka Anyaman Bambu

c. Kerangka yang terbungkus rapi diletakkan di atas plasteran dasar tangki (Gambar 9). Kemudian plesteran pertama dilakukan dari sebelah dalam kerangka setelah ditunggu selama 2 jam supaya agak kerinng, barulah bungkus gedeg dibuka dibiarkan terbuka selama 1 jam, baru pekerjaan plaster dinding bagian luar bisa dimulai (Gambar 10 dan 11).

0g9

Gambar 9. Kerangka di atas Plesteran

0g10

Gambar 10. Plesteran Dinding Luar

0g11

Gambar 11. Plesteran Dinding Luar

V. PENGGUNAAN
Pengambilan air dilakukan melalui kran.

VI. PEMELIHARAAN

  1. Talang harus selalu bersih dari sampah dan kotoran tikus atau burung, tidak bocor, serta berfungsi baik untuk mengalirkan air ke bak penampungan air hujan.
  2. Bersihkan saringan atau lobang tempat masuk air dari sampah atau kotoran.
  3. Periksalah keadaan dinding dan pondasi bak, apakah terdapat kebocoran yang dapat menyebabkan air merembes ke luar. Amati apakah terdapat jentik nyamuk di dalam bak. Jika ada jentik nyamuk, bak dikuras (upayakan pengurasan pada musim hujan) dan tutup lobang tempat masuknya nyamuk.
  4. Pada dasar bak harus ada air yang tertinggal, agar bak tidak pecah atau retak.
  5. Saluran pembuangan air limbah berfungsi baik, tidak terdapat genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk.

VII. PERBAIKAN

  1. Perbaiki segera dinding lantai yang retak atau bocor dengan campuran semen dan pasir 1:2. Selama perbaikan usahakan agar dinding bak tetap dalam keadaan basah dengan memercikkan air pada dinding agar bak tidak retak atau pecah.
  2. Ganti pipa atau kran yang rusak atau bocor.
  3. Ganti atau tambal talang air yang rusak atau bocor.
  4. Buatkan saluran baru atau perbaiki saluran lama, jika saluran pembuangan air limbah tidak berfungsi dengan baik.

VIII. KEUNTUNGAN

  1. Persediaan air dapat dimanfaatkan dalam waktu yang cukup lama.
  2. Pemeliharaan mudah.
  3. Bisa dimanfaatkan untuk beberapa keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Rolloos, Hans. Tangki air hujan bambu semen. Bandung : Institut Teknologi Bandung.
  2. Bak penampungan air bambu semen. Yogyakarta : Yayasan Dian Desa.

INFORMASI LEBIH LANJUT

Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI; Jl. Cisitu Sangkuriang No. 1 – Bandung 40134 – INDONESIA; Tel.+62 22 250 3052, 250 4826, 250 4832, 250 4833; Fax. +62 22 250 3050
Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.

Sumber : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.

5 Komentar »

  1. RANGKA ANYAMAN BAMBU SEBAGAI TULANGAN PONDASI YANG SAYA PELAJARI MENURUT LITERATUR BERASAL DARI BAMBU YANG DIPELIHARA DI PEGUNUNGAN ALIAS DATARAN TINGGI SAMPAI 800 DML.DAN YANG BANYAK MENGEMBANGKANNYA DAHULU ADALAH PERUSAHAAN TEBAKANG MALAISIA.DENGAN DIAMETER DARI BAMBU DIPERKIRAKAN 15 – 25 CM.TEGANGAN SERAT TARIK SEBESAR 40 KN.PERTANYAAN DENGAN KONDISI DI INDONESIA ALIAS KETINGGIAN DATARAN YANG MENGGUNAKAN MEMPUNYAI DAERAH 5 DML, MUNGKIN ATAU TIDAK KEMAMPUANNYA KARENA ADITIF YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN PENGERAS BAMBU TSB TIDAK BISA KITA KETAHUI DARI SUPLIERS BAHAN BANGUNAN.

    Komentar oleh HJ RINI SALMIARNI SALMAN DJIBAN ST MT — November 30, 2009 @ 3:04 pm

  2. assalamualaikum wah bgus sekali tanki air ini, sy ingin mengoba membuat di NTB…tapi sampai berapa lama tangki air ini bisa bertahan???apakah akan lebih kuat dengan tangki plastik yang dijual dipasaran….terus kira2 berapa dana yang dibutuhkan tk tangki yang ukuran 2500l

    Komentar oleh sukli Hardi — Maret 30, 2010 @ 10:25 pm

  3. ha..ha..ha…
    itu kurang besar mas broo…
    ditempatku bak-nya bentuk kotak…
    dengan kedalaman 4 sampai 5 meter…
    dengan ukuran panjang x lebar sekitar 5 sampai 10 meter…
    maklum di kaki gunung merapi halaman rumahnya rata2 1000 meter…
    Wkkkkkk….
    terbuat dari bahan baku semen pasir dan batu….
    di jamin kokoh…
    sering kena gempa dan dulu pas gemba di bantul yang parah itu gak ada data yang menyebutkan bak penampungan air rusak…
    soalnya di buat dengan menanamkannya di tanah sekitar 3-4 meter dan diatas permukaan tanah 1-2 meter…
    dengan ketebalan dinding minimal 30cm kalo disini sering disebut pasangan 2 batu…

    kalo punyaku sendiri pernah kehabisan pas musim kemarau saat dipakai untuk hajatan…
    lalu diisi dengan membeli air dari mobil tangki yang biasa lewat kalo musim kemarau…
    langsung di isi penuh dan muat hingga 5 mobil tangki ukuran 5000 liter….

    98% hampir tiap kepala keluarga pasti punya….
    itu di tempat ku…
    he..he..he..

    Komentar oleh Tri Wahyono Wahyono — Mei 16, 2012 @ 7:23 pm

  4. Mantap! Pemanfaatan air hujan menjadi air bersih.

    Komentar oleh Sewa Mobil Jakarta — Januari 8, 2014 @ 11:03 am

  5. mungkin akan bisa sedikit meminimalisasi banjir gan kalau dioptimalkan, :D

    Komentar oleh Istanamurah — Januari 10, 2014 @ 10:05 am


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 157 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: