BebasBanjir2015

Saluran / Parit Resapan

Saluran Peresapan

Saluran peresapan berfungsi untuk menampung air aliran permukaan dan meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Teknologi ini sesuai untuk wilayah dengan tanah yang (a) tidak rawan longsor, (b) mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air, dan (c) yang agak dangkal (kedalaman >20 cm) (Arsyad 2000). Saluran peresapan dibuat mengikuti kontur dengan ukuran lebar 30 – 40 cm dan dalam 40 – 50 cm.

Kelebihan dari teknologi ini adalah dapat memberikan peluang air untuk meresap lebih lama ke dalam tanah, dan dapat diterapkan pada tanah-tanah agak dangkal. Adapun kelemahannya adalah membutuhkan tenaga kerja yang relatif banyak terutama untuk pemeliharaan.

Sumber: Kasdi Subagyono (2007). “Konservasi Air untuk Adaptasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim” dalam Bunga Rampai Konservasi Tanah dan Air (Penyunting: Fahmuddin Agus dkk). Jakarta: Pengurus Pusat Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia 2004 – 2007.

Parit Resapan

Parit resapan dapat dibuat pada aeral pertanian (sawah maupun tegalan) dan areal pekarangan. dengan parit resapan ini maka air hujan yang jatuh di areal pertanian dan pekarangan sebagian atau seluruhnya dapat ditmpung dan diresapkan ke dalam tanah. Air yang tertampung dapat dimanfaatkan pada akhir musim hujan.

Parit Resapan Pada Areal Pertanian

Parit resapan (Gambar 1) dibuat menyesuaikan dengan kontur lahan, terutama untuk daerah-daerah yang relatif datar (kemiringan < 20%). Pada daerah dengan kemiringan terjal perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu atau dikonsultasikan dengan ahli geologi. Parit resapan ini dapat sekaligus difungsikan untuk budidaya ikan sebagai tambahan penghasilan bagi petani dan sebagai pengendali populasi nyamuk.

Gambar 1. Parit resapan pada areal pertanian

Gambar 1. Parit resapan pada areal pertanian

Parit Resapan pada Pekarangan

Parit resapan dapat dibuat di pekarangan rumah, dikenal juga sebagai kolam (Gambar 2). Parit resapan pada umumnya dibuat di sampai atau belakang rumah, disesuaikan dengan kondisi rumah dan bentang alam yang ada. Dimensi parit resapan di belakang rumah dapat bervariasi sesuai dengan ketersediaan lahan.

Di sekeliling parit resapan perlu ditanami dengan tanaman-tanaman produktif, misalnya mangga, pepaya, dan lain-lain, dan bila perlu dibuat pagar pembatas demi menjaga  keamanan anak-anak. Parit resapan dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan sebagai tambahan penghasilan sekaligus mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Gambar 2. Parit resapan di pekarangan

Gambar 2. Parit resapan di pekarangan

Sumber: Agus Maryono dan Edy Nugroho Santoso (2006). “Metode Memanen dan Memanfaatkan Air Hujan untuk Penyediaan Air Bersih, Mencegah Banjir dan Kekeringan. Jakarta: Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Resapan Air : SUMUR DAN PARIT RESAPAN

Banyaknya sarana air bersih SPT (Sumur Pompa Tangan), PAH (Penampungan Air Hujan), PMA (Penampungan Mata Air) dan SGL (Sumur Gali) dan limbah air buangan dari dapur dan kamar mandi, yang tidak mempunyai SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah) yang baik, dapat menyebabkan terjadinya genangan air yang dapat mencemari sumber/badan air dan menjadi tempat berkembang biaknya sektor penular penyakit.

Teknologi tepat guna untuk menampung dan meresapkan air buangan dari rumah tangga (dapur, kamar mandi, sarana air bersih yang dibangun) / Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) antara lain adalah :

  1. Saluran / Parit Resapan
  2. Sumur Resapan

DASAR PERHITUNGAN UKURAN PARIT/SUMUR RESAPAN

Dasar perhitungan dari penentuan besarnya ukuran parit/sumur resapan, harus terlebih dulu dicari angka perkolasi (PR) dengan menggunakan alat uji perkolasi.

Yang dimaksud dengan waktu perkolasi adalah: waktu dalam satuan menit yang diperlukan oleh air, waktu turun sedalam 2,54 cm (1 inchi). Hasil waktu perkolasi dinyatakan dalam menit/inchi. Dengan kesimpulan bahwa makin lama waktu perkolasi, makin luas tanah peresapan yang diperlukan.

Hubungan waktu perkolasi dengan luas tanah absorbsi dinyatakan dengan dalil sebagai berikut: Makin lama waktu perkolasi makin luas tanah absorbsi yang diperlukan Hubungan ini dapat dilihat pada table sebagai berikut :

Keterangan:

  • Area tanah absorbsi untuk parit resapan adalah luas dasar parit
  • Area tanah absorbsi untuk sumur resapan adalah luas dinding samping
  • Waktu perkolasi diatas 30 tidak sesuai untuk sumur resapan
  • Waktu perkolasi diatas 60 tidak sesuai untuk system peresapan

Keterangan :

  1. Luas tanah absorbsi untuk parit resapan adalah luas dasar parit
  2. Waktu perkolasi diatas 30 tidak sesuai untuk sumur resapan
  3. Waktu perkolasi diatas 60 tidak sesuai untuk system resapan

Catatan:

  • Sebuah lubang dengan garis tengah 5 feet dan kedalaman 6 feet dibawah inlet mempunyai luas efektif 94 ft2
  • Sebuah lubang dengan garis tengah 5 feet, kedalaman 16 feet maka luas 94 feet + 157 feet atau 251 ft2.
  • 1 ft = 0,305 meter
  • 1 ft2 = 0,093 m2

CONTOH PERHITUNGAN UKURAN PARIT & SUMUR RESAPAN

Untuk Sumur Resapan

1. Misalkan sebuah rumah tinggal dengan penghuni 5 orang. Pemakaian air 1 orang/hari = 20 liter, dimana setelah melalui pengukuran perkolasi didapat angka perkolasi minimum (PR) sebesar 4,482 menit/inchi. Tentukan: ukuran sumur resapan tersebut!

Penyelesaian:

Dari table-1: angka PR = 4,482 menit/inchi didapat area absorbsi (luas bidang peresapan) yang diperlukan = 3,8148 ft2 (hasil interpolasi). Jadi pemakaian untuk 5 orang (dengan pemakaian 20 liter/hari/orang), maka luas bidang peresapan yang diperlukan = 5 x 3,8148 ft2 = 19,074 ft2

Untuk menentukan kedalaman sumur resapan (t), jika diameter sumur resapan (D) ditentukan 2 ft (0,61 m) maka :

  • p . D . t = luas
  • (3,14) . (2) . (t) = 19,074
  • t = 3,0372 ft = 0,9263 m (note: 1 ft = 0,305 m)
  • Jadi kedalaman sumur resapan = 0,9263 m

2. Misalkan ditentukan : kedalaman ‘Lubang percobaan’ (d) 16 inchi (41 cm) didapat angka perkolasi (PR) = 4,482 menit/inchi. Sumur resapan digunakan untuk 5 orang dengan pemakaian air 1 orang/hari = 20 liter. Tentukan ukuran sumur resapan tersebut!

Penyelesaian:

Dari table-1: dengan angka PR = 4,482 menit/inchi didapat luas bidang peresapan = 3,8148 ft2 (hasil interpolasi). Jadi luas bidang peresapan untuk 5 orang (dengan pemakaian 20 liter/hari/orang) = 5 x 3,8148 = 19,074 ft2

Lihat table-3:

Maka dapat diambil: Kedalaman (t) = 2 ft = 0,61 m ; Diameter (D) = 3 ft = 0,9263 m

Atau dapat juga diambil: Kedalaman (t) = 3 ft = 0,9263 m ; Diameter (D) = 2 ft = 0,61 m

Untuk Parit Resapan

Misalkan rumah tinggal dengan penghuni 5 orang. Pemakaian air 1 orang/hari = 20 liter. Setelah melalui pengukuran perkolasi didapat angka perkolasi (PR) = 4,482 menit/inchi. Tentukan luas peresapan dan panjang parit resapan tersebut!

Penyelesaian:

Kapasitas air buangan = 5 x 20 = 100 liter (note: 1 galon = 3,7854 liter)

Jadi:

Kapasitas air buangan = 100 / 3,7854 = 26,417 galon/hari

Kalau dimisalkan angka perkolasi (PR) = 4,482 menit/inchi, maka dari table-2 didapat kecepatan maximum air buangan 2,355 galon/ft2/hari.

Jadi:

Luas parit resapan = 26,417 / 2,355 = 11, 2175 ft2 (note: 1 ft2 = 0,093 m2)

= 11,2175 x 0,093 = 1,0432 m2

Kalau diambil lebar parit = 0,5 m = 50 cm,

maka panjang parit resapan = 1,0432 / 0,5 = 2,086 m

Sumber: http://lingkunganhijau-noor.blogspot.com/

3 Komentar »

  1. yah……… kayaknya belum lengkap dhe…

    Komentar oleh Anonymous — Mei 19, 2010 @ 8:00 pm

  2. bisakah saya dikirimi perhitungan peresapan air oleh tumbuhan / akar tumbuhan. ada tidak. kalau ada tolong dikirimi ke email diatas

    Komentar oleh amin — November 11, 2010 @ 1:08 pm

  3. iya kayak ny masih kurang

    Komentar oleh Anonymous — Mei 27, 2013 @ 12:33 pm


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 157 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: